Alasan Korea menjadi salah satu negara dengan diagnosis kanker lambung terbanyak di dunia bukan karena kejadian penyakitnya sendiri yang luar biasa tinggi, melainkan karena tingginya tingkat deteksi kanker lambung stadium dini berkat program skrining nasional berupa endoskopi lambung yang dilakukan setiap 2 tahun sejak usia 40 tahun. Hasilnya, tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun untuk kanker lambung di Korea tercatat sebesar 78,6% (Statistik Registrasi Kanker Nasional 2019–2023).
Ringkasan inti
- Tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun untuk kanker lambung di Korea adalah 78,6% (Statistik Registrasi Kanker Nasional 2019–2023, Pusat Registrasi Kanker Pusat National Cancer Center Korea). Pada periode yang sama, tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun untuk seluruh jenis kanker gabungan adalah 73,7%.
- Menurut statistik SEER Amerika Serikat, tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun untuk kanker lambung adalah 39,8% (2016–2022), angka yang jauh berbeda dari Korea.
- Kedua angka ini bukan menggambarkan prestasi satu rumah sakit tertentu, melainkan statistik nasional secara keseluruhan, dan sebagian besar perbedaannya bukan hanya karena teknologi pengobatan, melainkan seberapa dini kanker tersebut ditemukan.
- Korea menerapkan program skrining nasional berupa endoskopi lambung setiap 2 tahun sejak usia 40 tahun, sehingga proporsi kasus yang terdiagnosis sebagai kanker lambung stadium dini relatif tinggi.
- Tingkat kelangsungan hidup adalah nilai rata-rata suatu kelompok, bukan angka yang memprediksi hasil individu. Hasil pada tiap orang sangat bergantung pada stadium, jenis jaringan (histologi), usia, dan penyakit penyerta.
Mengapa diagnosis kanker lambung di Korea tampak sangat tinggi?
Efek sistem skrining membuat 'jumlah kasus yang ditemukan' menjadi lebih besar. Karena Korea menjalankan program skrining nasional berupa endoskopi lambung setiap 2 tahun sejak usia 40 tahun, banyak kasus kanker lambung ditemukan bahkan sebelum muncul gejala. Dengan kata lain, ungkapan 'angka kejadian tinggi' tidak berarti kanker benar-benar lebih banyak muncul, melainkan lebih banyak dan lebih dini ditemukan berkat skrining. Perbedaan antara tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun Korea sebesar 78,6% (Statistik Registrasi Kanker Nasional 2019–2023) dan SEER Amerika Serikat sebesar 39,8% (2016–2022) pun dijelaskan bukan semata karena perbedaan teknologi pengobatan, tetapi sebagian besar berasal dari perbedaan proporsi deteksi dini. Perbedaan ini tidak bisa langsung diartikan sebagai hasil yang akan dialami individu, karena meski sama-sama disebut 'kanker lambung', tujuan dan metode pengobatan bisa sangat berbeda tergantung stadiumnya.
Apa perbedaan yang dibawa oleh deteksi dini dalam pengobatan?
Kanker lambung stadium dini (yang masih terbatas pada lapisan mukosa) berpotensi diobati tanpa perlu mengangkat lambung. Kanker lambung dini dengan ukuran kecil, diferensiasi baik, dan tanpa ulkus dapat ditangani dengan reseksi submukosa endoskopik (ESD), yaitu hanya mengangkat lesi tanpa memotong lambung, sehingga pola makan dan kehidupan sehari-hari pasien hampir tidak terganggu. Sebaliknya, kanker lambung stadium sekitar 1–3 yang masih dapat diangkat melalui operasi umumnya ditangani dengan gastrektomi subtotal atau gastrektomi total disertai pengangkatan kelenjar getah bening, dan pada stadium 2–3 ditambahkan kemoterapi ajuvan setelah operasi atau kemoterapi neoadjuvan sebelum operasi. Pada kanker lambung stadium 4 atau kambuh yang sulit dioperasi atau sudah bermetastasis, tujuan pengobatan bergeser dari penyembuhan total menjadi pengendalian penyakit, dengan kemoterapi sistemik sebagai andalan utama, dan pemilihan obat disesuaikan dengan hasil pemeriksaan penanda seperti HER2 dan PD-L1. Pada akhirnya, deteksi dini memperluas pilihan pengobatan yang tersedia bagi pasien.
Dengan urutan apa diagnosis dan penentuan stadium dilakukan?
Titik awal diagnosis kanker lambung adalah endoskopi lambung disertai biopsi jaringan yang diambil saat itu juga. Tahap 1, biopsi jaringan dilakukan untuk memastikan ada tidaknya kanker serta jenis histologinya (tipe intestinal atau difus, derajat diferensiasi). Tahap 2, CT scan perut dan dada dilakukan untuk menilai tingkat invasi ke dinding lambung, pembesaran kelenjar getah bening, dan ada tidaknya metastasis ke organ lain. Tahap 3, pada kanker lambung dini, saat menentukan apakah bisa diangkat secara endoskopik, dilakukan pemeriksaan tambahan berupa ultrasonografi endoskopik (EUS), dan jika dicurigai ada metastasis ke peritoneum, dapat dilakukan laparoskopi diagnostik. Tahap 4, pada kanker lambung stadium lanjut atau bermetastasis, pemilihan obat ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan penanda seperti HER2, PD-L1, CLDN18.2, dan MSI. Stadium dibagi menggunakan sistem TNM: stadium 1 berarti kanker masih terbatas pada lapisan dangkal dinding lambung dengan metastasis kelenjar getah bening yang tidak ada atau sedikit; stadium 2–3 berarti kanker telah menembus lebih dalam ke dinding lambung atau sudah menyebar ke kelenjar getah bening; stadium 4 berarti kanker telah menyebar ke organ jauh.
Tanya jawab — Angka kelangsungan hidup Korea itu prestasi rumah sakit yang mana?
Angka tersebut bukan milik rumah sakit tertentu, melainkan statistik nasional Korea secara keseluruhan (Statistik Registrasi Kanker Nasional 2019–2023, Pusat Registrasi Kanker Pusat National Cancer Center Korea). Sesuai undang-undang medis Korea, data hasil pengobatan per rumah sakit tidak digunakan untuk keperluan iklan, dan hasil pengobatan berbeda-beda bagi setiap orang tergantung stadium dan kondisi kesehatannya. Prinsip yang sama juga berlaku ketika membandingkan dengan statistik negara lain seperti SEER (2016–2022).
Tanya jawab — Apakah hasil endoskopi dan CT yang saya terima di negara asal saya bisa digunakan untuk tinjauan awal?
Bisa. Anda cukup menyertakan berkas asli pencitraan lambung, perut, dan dada dalam format DICOM, foto endoskopi beserta surat pendapat, laporan biopsi/patologi, serta hasil pemeriksaan penanda seperti HER2, PD-L1, dan MSI jika ada. Jika diperlukan pemeriksaan tambahan, hal ini akan diinformasikan bersama dalam surat pendapat.
Sumber dan hal yang perlu diperhatikan
- Artikel ini disusun berdasarkan catatan tentang kanker lambung (Statistik Registrasi Kanker Nasional 2019–2023 · National Cancer Center Korea, SEER 2016–2022, Pusat Informasi Kanker Nasional, pedoman pasien NCCN) serta catatan tanya jawab yang sering diajukan.
- Konten ini bertujuan memberikan informasi medis umum, dan metode diagnosis, pengobatan, serta hasilnya dapat berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing individu. Diagnosis dan pengobatan yang tepat harus ditentukan melalui konsultasi langsung dengan tenaga medis.
Terima pendapat tertulis
Kirimkan rekam medis Anda; dokter rumah sakit rujukan tersier akan menelaahnya dan dalam 5 hari kerja kami serahkan surat pendapat, 3 pilihan rumah sakit, dan perkiraan biaya.
Ajukan tinjauan awal