Pertanyaan dijawab dalam 24 jamKirim pertanyaanTinjauan awal
Korea
Cancer
Center
Ajukan tinjauan awalJadwalkan konsultasi
Kanker paru-paru · Selama pengobatan

Bagaimana Cara Menentukan Kelayakan Operasi Kanker Paru? (Standar 2026)

6 Oktober 2026

Kelayakan operasi kanker paru ditentukan dengan melihat stadium (terutama ada tidaknya metastasis kelenjar getah bening mediastinum) bersama dengan kondisi fungsi paru dan jantung. Secara umum, stadium 1-2 pada dasarnya menjalani operasi, stadium 3 menjalani kombinasi terapi, dan stadium 4 berfokus pada terapi obat sistemik.

Ringkasan Inti

  • Kelayakan operasi ditentukan oleh tiga hal: stadium, ada tidaknya metastasis kelenjar getah bening mediastinum, serta kondisi fungsi paru dan jantung.
  • Kanker paru non-sel kecil stadium 1-2, di mana tumor masih berada di dalam paru dan belum ada metastasis kelenjar getah bening atau hanya terbatas pada kelenjar getah bening dekat paru, pada dasarnya menjalani operasi.
  • Stadium 3 memiliki metastasis kelenjar getah bening mediastinum atau invasi ke struktur sekitar, sehingga tim medis bersama-sama menentukan kombinasi operasi, kemoterapi, dan radioterapi.
  • Pada stadium 4 (metastasis ke paru sisi lain, otak, tulang, hati, efusi pleura), bukan operasi melainkan terapi obat sistemik yang menjadi fokus utama.
  • Pemeriksaan fungsi paru dan jantung dilakukan untuk memastikan apakah pasien cukup kuat menjalani operasi; penilaian ini berbeda-beda untuk tiap individu, terlepas dari angka tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun kanker paru sebesar 42,5% (Statistik Registrasi Kanker Nasional 2019–2023).

Apa Kriteria Utama yang Menentukan Kelayakan Operasi?

  • Kriteria paling inti adalah ada tidaknya metastasis pada kelenjar getah bening mediastinum. Jika tidak ada metastasis atau hanya terbatas pada kelenjar getah bening dekat paru, operasi dipertimbangkan sebagai pilihan utama. Namun jika sudah menyebar ke kelenjar getah bening mediastinum atau bermetastasis jauh ke paru sisi lain, otak, tulang, hati, maka operasi ditunda atau dikeluarkan dari rencana terapi.
  • Selain itu, dilakukan pemeriksaan fungsi paru dan jantung untuk memastikan apakah pasien mampu menjalani reseksi lobus paru dan anestesi umum. Meski stadium tergolong baik, jika fungsi paru tidak memadai, alternatif seperti radioterapi stereotaktik (SBRT) akan dipertimbangkan sebagai pengganti operasi.

Dalam Urutan Apa Pemeriksaan Dilakukan?

  • Jawaban singkat: urutannya adalah konfirmasi jaringan → konfirmasi stadium → penilaian kelayakan operasi → penentuan terapi.
  • Tahap 1, CT scan toraks digunakan untuk menemukan lesi yang dicurigai, kemudian jaringan diambil melalui bronkoskopi, biopsi jarum dengan panduan CT, atau biopsi bedah sesuai lokasi tumor, untuk memastikan apakah termasuk kanker paru non-sel kecil atau sel kecil serta jenis histologinya.
  • Tahap 2, PET-CT digunakan untuk memeriksa metastasis kelenjar getah bening dan organ jauh, sementara MRI otak digunakan untuk memeriksa metastasis otak.
  • Tahap 3, jika kelenjar getah bening mediastinum dicurigai, dilakukan biopsi langsung menggunakan USG endobronkial (EBUS) untuk memastikan ada tidaknya metastasis.
  • Tahap 4, jika operasi sedang dipertimbangkan, dilakukan pemeriksaan fungsi paru dan jantung untuk melihat apakah pasien mampu menjalani operasi.
  • Tahap 5, untuk kanker paru non-sel kecil stadium lanjut atau bermetastasis, perubahan genetik seperti EGFR, ALK, ROS1, BRAF, KRAS, MET, RET, NTRK serta ekspresi PD-L1 diperiksa melalui NGS dan sejenisnya, untuk bersama-sama menentukan arah terapi sistemik.

Apakah Metode Operasi Juga Berbeda Menurut Stadium?

  • Jawaban singkat: pada stadium 1-2, lobektomi menggunakan torakoskop atau robot menjadi metode dasar, dan jika ukuran tumor kecil serta lokasinya sesuai, kadang dilakukan reseksi parsial yang mengangkat jaringan lebih sedikit.
  • Berdasarkan hasil operasi, kemoterapi adjuvan dapat ditambahkan, dan jika terdapat mutasi EGFR atau memenuhi kondisi PD-L1, terapi target atau imunoterapi pascaoperasi kini termasuk dalam standar terapi.
  • Pada stadium 3 yang tampak masih bisa dioperasi, pendekatan standar yang kini berkembang adalah mengecilkan tumor terlebih dahulu dengan kemoterapi dan imunoterapi pra-operasi, baru kemudian dilakukan operasi. Jika operasi sulit dilakukan, kemoterapi dan radioterapi dijalankan bersamaan, dilanjutkan dengan imunoterapi.
  • Untuk kanker stadium awal yang sulit dioperasi karena usia atau fungsi paru, radioterapi stereotaktik (SBRT) dapat menyelesaikan terapi hanya dalam beberapa hari.

Tanya Jawab — Jika Diberi Tahu Operasi Tidak Memungkinkan, Apakah Berarti Tidak Ada Lagi Pilihan Terapi?

Tidak. Meski operasi sulit dilakukan, masih ada pilihan terapi lain. Pada stadium 3, terapi dilanjutkan dengan kemoterapi dan radioterapi bersamaan, lalu imunoterapi. Pada stadium 4, terapi berpusat pada terapi obat sistemik seperti obat target atau penghambat imun checkpoint (immune checkpoint inhibitor). Jika terdapat metastasis ke otak atau tulang, radioterapi tambahan dapat diberikan khusus pada area tersebut.

Tanya Jawab — Apakah Hasil Pencitraan dan Pemeriksaan yang Diperoleh di Tempat Asal Bisa Langsung Digunakan untuk Menilai Kelayakan Operasi?

CT toraks, PET-CT, dan MRI otak sebaiknya disiapkan dalam bentuk DICOM asli, dan jika dilengkapi dengan laporan patologi serta hasil pemeriksaan genetik dan biomarker (EGFR, ALK, ROS1, BRAF, KRAS, MET, RET, NTRK, PD-L1, NGS), semua ini dapat dijadikan acuan untuk menilai kelayakan operasi. Jika hasil tidak tersedia atau kurang lengkap, slide jaringan atau blok parafin dapat dikirim untuk pemeriksaan ulang, atau pemeriksaan dapat dilakukan kembali setelah tiba.

Sumber dan Catatan

  • Artikel ini disusun berdasarkan Statistik Registrasi Kanker Nasional 2019–2023 (Pusat Registrasi Kanker Pusat, National Cancer Center Korea), SEER 2016–2022, dan informasi kanker paru dari National Cancer Center Korea.
  • Konten ini bertujuan memberikan informasi medis umum, dan metode diagnosis, terapi, serta hasilnya dapat berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing individu. Diagnosis dan terapi yang tepat harus selalu ditentukan melalui konsultasi dengan tenaga medis.

Terima pendapat tertulis

Kirimkan rekam medis Anda; dokter rumah sakit rujukan tersier akan menelaahnya dan dalam 5 hari kerja kami serahkan surat pendapat, 3 pilihan rumah sakit, dan perkiraan biaya.

Ajukan tinjauan awal
Agar informasi dari situs ini muncul lebih dulu di Google PenelusuranTambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Terima pendapat tertulis

Kirimkan rekam medis Anda; dokter rumah sakit rujukan tersier akan menelaahnya dan dalam 5 hari kerja kami serahkan surat pendapat, 3 pilihan rumah sakit, dan perkiraan biaya.

Ajukan tinjauan awal Panduan

Bicara dengan koordinator

Jika ada yang ingin Anda tanyakan sebelum tinjauan awal, kirim pertanyaan lewat situs ini. Koordinator menjawab dalam 24 jam.

Jadwalkan konsultasi
Kirim pertanyaanAjukan tinjauanJadwalkan konsultasi